Banner-SKAI-ENG

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI
PT BANK MAYAPADA INTERNASIONAL  Tbk
No. 01/KEP/HT-HM/IX/02
TENTANG
PIAGAM AUDIT INTERN

Menimbang   :    
                       a)  Bahwa dalam rangka menegakkan pelaksananaan prinsip kehati- hatian dalam  pengelolaanbank dan untuk
                            mewujudkan sistem perbankan yang sehat serta untuk menjaga dan mengamankan kegiatan usaha sesuai dengan  
                            kebijakan bank  dalam peraturan yang berlaku, diperlukan adanya pelaksanaan fungsi
                            audit intern bank yang efekif;
                        b) Bahwa agar fungsi audit intern bank dapat dilaksanakan secara efeklif diperlukan adanya kesamaan pemahaman
                            mengenai misi, kewenangan, independensidan ruang lingkup pekerjaan audit intem bank;
                       c)  Bahwa sehubungan dengan itu dipandang perlu untuk menetapkan ketentuan tentang Piagam Audit Intern dalam
                            Surat Keputusan Direksi PT Bank Mayapada InternasionalTbk.
Mengingat    :       Peraturan Bank Indonesia Nomor 1/6/PBI/1999  tanggal 20 September 1999 Tentang Penugasan Direktur Kepatuhan
                            dan Penerapan Standar PelaksaraanFungsi Audit Intem Bank Umum.


M E M U T U S K A N

Menetapkan :     SURAT  KEPUTUSAN   DIREKSI   PT  BANK   MAYAPADA INTERNASIONAI  TbK   TENTANG PIAGAM AUDIT
                           INTERN

 


Peranan Audit Inten sangat penting karena Audit Intern bertugas untuk membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional bank untuk memastikan terwujudnya bank yang sehat dan mampu berkembang secara wajar serta dapat menunjang program pembangunan Pemerintah. Dan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penempan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum; bank - bank umum diwajibkan untuk menerapkan Standar Pelaksanaan Audit Intem Bank. Sehubungan dengan itu, untuk menciptakan transparasi, kejelasan dan kesamaan pemahaman mengenai misi, kewenangan, independensi dan ruang lingkup pekerjaan Audit Intern maka kebijakan Audit Intem perlu dituangkan yang dinyatakan dalam sebuah dokumen tertulis dalam benluk Piagam Audit Intern.


Berlandaskan Undang – undang Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang – undang Nomor 10 Tahun 1998 dan Pemturan Bank lndonesia Nomor 1/6/PBI/1999 Tahun 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Direc tor) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Audit Intem Bank Umum Standar Pelaksanan Fungsi Audit Intern Bank, maka perlu adanya transparansi dan kejelasan serta kesamaan pemahaman mengenai peranan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) PT Bank Mayapada lnternasional Tbk (Bank Mayapada)yang dirumuskan sebagai berikut :

II.1.    MISI
Misi Satuan Kerja Audit Intem adalah memastikan terwujudnya bank yang sehat, berkembang secara wajar dan dapat menunjang perekonomian nasional serta memastikan terpenuhinya secara baik kepentingan semua pihak yaitu pemilik, manajenen, karyawan, nasabah dan pemerintah.

II.2.    FUNGSI
SKAI  bertugas untuk membantu Direktur  Utama dan Dewan Komisaris dengan    Menjabarkan secara operasional perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan atas hasil audit. Dalam melaksanakan tugasnya SKAI  mewakili pandangan dan kepentingan profesinya dengan membuat analisis dan penelitian di bidang keuangan, akuntansi, operasional dan kegiatan lainnya melalui pemeriksaan secara on-site dan pemantauan secara off-site, serta memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang kegiatan yang direview kepada semua tingkatan manajemen. Disamping itu SKAI harus    mampu mengidentifikasikan segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan dana.   

II.3.    WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB   
Satuan Kerja Audit Intem memiliki kewenangan untuk meminta, memeriksa dan menilai seluruh data dan informasi yang menyangkut pembukuan, karyawan, sumber daya dan dana serta  aset bank lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan audit. Dalam  pelaksanaan kegiatan audit tercebut manajemen dan Dewan Komisaris harus memberi     dukungan agar SKAI dapat memperoleh kerjasama dari auditee dan dapat bekerja tanpa hambatan.
SKAI bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, mengatur, mengarahkan audit, penilaian pelaporan serta mengevaluasi prosedur yang ada disamping itu juga wajib memantau tindak lanjut hasil pemeriksaan untuk memperoleh keyakinan bahwa tujuan dan sasaran dari Bank dapat tercapai secara optimal. Sehubungan dengan itu SKAI harus mempertanggungjawabkan kegiatannya secara berkala kepada Direktur Utama.   

SKAI tidak memiliki wewenang atau berfanggung jawab atau terlibat didalam pelaksanaan kegiatan – kegiatan operasional, tetapi dapat bertindak sebagai konsultan bagi pihak – pihak intem yang membutuhkan serta harus dilibatkan di dalam setiap perubahan /  penyempumaan / pembuatan kebijaksanaan, sistem dan prosedur utuk rnemastikan adanya aspek – aspek pengendalian intern di dalam pelaksanaanya agar dapat tercapai efektifitas dan efisiensi.

II.4. KEDUDUKAN
Kepala SKAI diangkat dan diberhentikan oleh Direksi dengan persetujuan dari Dewan komisaris dan dilaporkan kepada Bank Indonesia. Dalam melaksalakan tugasnya Kepala SKAI bertanggungjawab kepada Direkur Utama. Untuk mendukung independensi dan menjamin kelancaran audit serta wewenang dalam memantau tindak lanjut audit maka Kepala SKAI dapat berkomunikasi langsung dengan Dewan Komisarjs untuk menginformasikan berbagai hal yang berhubungan dengan audit. pemberian informasi tersebut harus dilaporkan kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Direktur Kepatuhan (Compliance Director).

Kedudukan SKAI dalam Struktur Organisasi Bank Mayapada


skai-struktur
-----    : garis komunikasi / penyampaian informasi

II.5.    RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup pekerjaan audit SKAI mencakup seluruh aspek dan unsur kegiatan bank yang secara langsung ataupun tidak langsung diperkirakan dapat mempengaruhi terselenggaranya secara baik kepentingan bank dan masyarakat. Kegiatan tersebut selain meliputi pemeriksaan dan penilaian atas kecukupan dan efektivitas struktur pengendalian intem (kebijakan, organisasi, prosedur, metode dan ketentuan yang terkoordinasi yang diianut dalam satuan usaha) dan kualitas pelaksanaannya, juga mencakup aspek dan unsur dan organisasi bank sehingga marnpu menunjang analisis yang optimal dalam membantu proses pengambilan keputusan oleh manajemen.

II.6.    INDEPEDENSI
SKAI harus memiliki independensi dalam melakukan audit dan mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesinya dan standar audit yang berlaku umum. Dalam hal ini SKAI harus memiliki kebebasan dalam menetapkan metode, cara, teknik dan pendekatan audit dan tidak boleh memiliki kepentingan atas obyek atau kegiatan yang diperiksa serta harus bersikap obyektif dan tidak memihak. Dewan Komisaris harus menjamin agar SKAI dapat melaksanakan tugas secara independen dan manajemen harus memberikan dukungan sepenuhnya agar SKAI mengungkapkan pandangan dan pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan dari manajemen atau pun pihak lain yang terkait dengan bank.

11.7.    SIKAP MENTAL DAN ETIKA
SKAI harus memiliki sikap mental yang baik dan menjunjung tinggi etika profesi, sehingga kualitas hasil kerjanya dapat dipertanggungjawabkan dan dapat digunakan untuk membantu mewujudkan perkembangan bank yang sehat dan wajar. Sikap mental yang baik tercermin dari kejujuran, obyektivitas, ketekunan dan Ioyalitas kepada profesi.
Prinsip menjunjung tinggi etika profesi ini harus sesuai dengan Kode Etik Auditor Bank Mayapada (terlampir) yang mengacu pada Kode Etik Bankir Indonesia dan Code of Ethics dari TheInstitute of Internal Auditors.

Surat keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Jakarta, 27 September2002
PT Bank MayapadaIntemasional,Tbk

  1. KemampuanProfesional
    Auditor Intem Bank harus memiliki kemampuan dan keahlian profesional yang memadai agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya serta senantiasa mengembangkan keahlian dan mutu kinerjanya antara lain melalui pendidikan profesi berkelanjutan, mengikuti perkembangan produk - produk perbankan dan memahami ketentuan – ketentuan perbankan yang berlaku.

    2. Mandiri dan Independen
        Auditor Intern Bank harus bersikap mandiri dan independen dalam melaksanakan semua tugas dan tanggung jawabnya.

    3. Jujur, Santun, Tidak Tercela dan Dapat Dipercaya
        Auditor Intem Bank harus berkepribadian panutan dengan senantiasa berperilaku jujur, santun dan menghindari perbuatan
        tercela yang dapat merugikan citra profesinya. Tidak menerima apapun yang bisa mempengaruhi
        pendapat profesionalnya dan senantiasa menjaga prinsip kerahasiaan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

   4. Obyektif dan Bertanggungjawab
       Auditor Intern Bank harus selalu memperlahankan sikap obyelfif sehingga dapat mengemukakan temuan berdasarkan
       bukti - bukti atau fakta - fakta yang dapat dipertanggungjawabkan  serta berdasarkan analisis yang cermat dan tidak
       memihak.

   5. Loyal dan BerdedikasiTinggi
       Auditor Intern Bank harus bersikap Ioyal dan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap profesinya agar dapat menghasilkan
       kualitas kerja yang optimal.

   6. Patuh dan Taat Pada Ketentuan
       Auditor Intern Bank harus patuh dan taat pada ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.


Copyright © 2014 PT.Bank Mayapada Internasional, Tbk, All Right Reserved
Bank Mayapada is registered and supervised by Otoritas Jasa Keuangan
Banking Security Tips   |  Term Of Use  Career